Rencana Pembangunan Jalan Nasional Lintas Utara, DPU Kabupaten Serang Belum Dapat Informasi dari Pusat

Selasa, 04 September 2018 | 21:03:53 WIB | 1 pembaca

Meski pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan sosialisasi dan konsultasi publik terkait rencana pembangunan jalan nasional sejajar lintas utara sepanjang 80 kilometer (km). Namun, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Serang mengatakan, belum mendapatkan informasi tersebut secara jelas langsung dari pihak yang terkait. Hingga saat ini, menurut DPU, belum ada pihak pusat yang berkoordinasi dengan DPU Kabupaten Serang untuk rencana pembangunan jalan tersebut.

“Belum ada koordinasi dengan kami. Jadi, kami belum tahu pasti apakah itu baru rencana, apa DED (detail engineering design)-nya sudah dibuat. Biasanya, dari balai koordinasi dengan provinsi langsung, jadi mungkin langsung ke provinsi,” kata Kepala DPU Kabupaten Serang, Hatib Nawai, Jumat (2/2/2018). Jika jalan baru, ujar dia, pasti ada pembebasan lahan dan itu pasti koordinasi ke daerah. “Tapi, soal ini kami belum tahu pasti,” ucapnya.

Jika amdal lingkungannya sudah ada, tutur dia, ada amdal lain yang harus dibuat, yaitu amdal lalu lintas. “Kemudian, ada DED trase jalannya ke mana arahnya apakah setelah jalan provinsi yang ada sekarang atau bagaimana, itu belum ada yang koordinasi ke kami sejauh ini. Harusnya ada dan pasti koordinasi biasanya, karena ada di wilayah kami, mungkin belum,” katanya.

Sementara, anggota DPRD Kabupaten Serang asal daerah pemilihan Serang Utara, Ubaidillah menuturkan, pembangunan jalan tersebut baru rencana, namun menurut informasi, anggarannya sudah dialokasikan di 2018. “Itu baru rencana dan rencana pembangunan jalan tersebut bergantung persetujuan pemda, karena jika pemda tidak menyetujui bisa dialihkan ke daerah lain. Katanya anggarannya sudah tersedia di 2018. “Kalau saya mendukung saja untuk mengurai kemacetan. Masyarakat juga sebagian sudah mendukung, walaupun masih ada yang menolak, tapi tidak banyak,” ujarnya.

Menurut informasi yang diterimanya, kementerian akan mengambil jalan provinsi, jadi yang sekarang lebarnya 6 meter akan ditambah menjadi 12 meter. “Rencananya akan melewati Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Tangerang,” ucapnya. Diketahui sebelumnya, Kementerian PUPR berencana membangun jalan nasional sejajar lintas utara sepanjang 80 km untuk alternatif lintas utara. Jalan tersebut akan melintasi sejumlah kecamatan dan desa di Kabupaten Serang.

Pihak Kementerian PUPR telah menggelar sosialisasi dan konsultasi publik rencana pembangunan jalan tersebut di Aula Kecamatan Pontang, Rabu (31/1/2018). Dalam kegiatan tersebut, sempat muncul kekhawatiran warga yang daerahnya akan dilintasi jalan. Mereka khawatir akan ada dampak negatif dari proyek tersebut, oleh karena itu warga meminta pihak terkait terlebih dahulu melakukan kajian positif dan negatifnya.

Dalam sosialisasi dan konsultasi publik tersebut juga terungkap luas lahan yang perlu dibebaskan untuk proyek jalan seluas 221,723 hektare dan sesuai Permen LH Nomor 5 Tahun 2012, untuk pembangunan jalan lebih dari 40 hektare harus menyusun amdal.
Jalan tersebut akan dibangun dari batas Kota Cilegon, masuk ke Kabupaten Serang, Kota Serang di wilayah Sawahluhur, masuk ke Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang hingga ke Bandara Soekarno-Hatta. Pada prosesnya, proyek tersebut berupa pembangunan jalan baru sepanjang 70 km dan sisanya pelebaran dari jalan yang telah ada. (Yomanti)***